Tampilkan postingan dengan label TMII. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TMII. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Oktober 2014

Museum Prangko Indonesia




Buka Senin - Minggu pukul 08.00 - 16.0008.00 - 16.00 wib

Sejarah adanya perangko dimulai karena semua orang menolak untuk membayar biaya pengiriman surat, sehingga muncul prangko pertama yang bernama "The Penny Black", bergambar wajah ratu Victoria yang dibuat oleh Dinas Perpajakan Inggris pada tahun 1840. Prangko ini dapat dijumpai di Museum Prangko Indonesia dengan ribuan koleksi prangko lainnya. Selain itu kita juga dapat melihat diorama yang menceritakan tentang aktivitas perjalanan penerbitan dan pencetakan prangko.


Arsitektur Museum ini berciri khas Jawa dan Bali dengan ukir-ukiran. Dihalaman depan terdapat bola dunia dengan seekor burung merpati membawa sepucuk surat yang melambangkan bahwa tugas Perum Pos dan Giro menjangkau seluruh dunia. Terdapat 7 ruang penyajian diorama, yaitu Sejarah Prangko Indonesia, Proses Pencetakan Prangko, Prangko Berdasarkan Periode Penerbitan (I), Prangko Berdasarkan Periode Penerbitan (II), Koleksi Tematik (I), Koleksi Tematik (II), dan Filateli.


Prangko bukan saja tanda bukti pengiriman, namun digunakan sebagai pembawa misi di bidang lain seperti pelestarian alam, peristiwa sejarah, himbauan akan kesadaran masyarakat dan hal-hal penting lainnya yang dapat disosialisasikan melalui prangko.

Teater IMAX Keong Mas





Gedung teater ini didirikan atas prakarsa Ibu Tien Soeharto, dan diresmikan pada tanggal 20 april 1984. Teater Imax Keong Emas menampilkan beberapa film tersedia untuk diputar antara lain film indonesia indah I, indonesia indah II (anak - anak indonesia), Indonesia indah III (indonesia untaian manikam di khatulistiwa), dan indonesia indah IV (aku bangga menjadi anak indonesia). semuanya menunjukkan keindahan lingkungan, kekayaan alam, dan keragaman budaya indonesia. Dalam perkembangan selanjutnya pemutaran film tidak hanya menampilkan film - film seri indonesia indah saja, namun juga diselingi pemutaran film - film impor yanhg bernuansa pendidikan dengan tema - tema hiburan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tema - tema lingkungan hidup. Sejak tahun 1984 teater imax keong emas telah memutar 20 judul film impor dengan masa sewa antara 1 dan 2 tahun. film - film itu antara lain To Fly, Speed Blue Planet, The Living Sea, Forces Of Nature, T - Rex, The First Emperor of China, Island Adventure, dan Mistic India. Pada tahun 2004, teater ini mampu meng - upgrade sistem dan sekaligus memutar film IMAX DMR ( Digital Re - Mastering ), yakni teknologi revolusioner yang memungkinkan transfer film laga format 35 mm ke dalam IMAX EXPERIENCE 70 mm.

Museum Fauna Indonesia Komodo & Taman Reptil





Buka Senin - Minggu pukul 09.00 - 16.0009.00 - 16.00 wib


Harga tiket masuk Rp. 10.000/orang


Info lebih lanjut hubungi:


Telp. 021-8409521


Faks. 021-8409281





Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptilia atau MFIK & TR diresmikan 20 April 1978 oleh presiden RI pada saat itu. Bertemakan keanekaragaman pesona satwa Indonesia dan dunia dengan luas areal 1,5Ha yang menampilkan satwa hidup dan awetan. Lebih dari 150 jenis satwa awetan diperagakan dalam vitrin-vitrin kaca dalam gedung berlantai 2 yang berbentuk Komodo Raksasa tersebut.


Lantai I menampilkan beragam koleksi awetan kupu-kupu, ikan, mamalia dan reptilia dengan lingkungan alamnya. Jenis-jenis satwa yang dilindungi ditampilkan antara lain Harimau Sumatera, Komodo, Penyu Laut, Kupu-kupu, dan lain-lai.


Lantai II menampilkan beragam jenis awetan burung yang ditata sesuai dengan habitatnya, yaitu laut, pantai, rawa, persawahan, hutan rimba, dan pegunungan yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.


Pada  tanggal 19 April 2000 MFIK & TR menghadirkan acara yang bertemakan "Taman Reptilia dan Amfibia" menghadirkan beragam koleksi reptil dan amfibi hidup.  lebih dari 43 jenis reptil dan amfibi diperagakan dan diareal ini pengunjung dapat melihat, mengenal, dan berinteraksi dengan satwa reptil dan amfibi hidup. Mulai dari komodo, biawak, ular beracun, ular sanca, king kobra, iguana, dan binatang reptil lain diperagakan dan ditempatkan dalam kandang kaca, akuariun, free standing, dan kolam-kolam kaca. Di museum ini juga terdapat "Taman Sentuh" yang mana pengunjung dapat berinteraksi dengan reptil hidup.