Senin, 13 Oktober 2014

Museum Indonesia





Buka: Seni - Minggu pukul 09.00 - 16.0009.00 - 16.00 wib

Dibangun tahun 1976 dan diresmikan 20 April 1980 bertepatan dengan peringatan HUT ke-5 Taman Mini “Indonesia Indah“ oleh Presiden Soeharto.


Pintu gerbang utama yang terdapat di sebelah selatan berupa sebuah candi kurung yang biasa disebut Padu Raksa atau Kari Agung, sedangkan di sebelah barat terdapat gerbang kedua yang disebut Candi Bentar.


Disekitar bangunan utama terdapat bangunan pendukung dan patung-patung dengan nama dan arti yang simbolis. Relief yang terdapat pada bagian depan bangunan utama diambil dari cerita Ramayana yang berjudul Hanoman Duta


Fungsi utamanya sebagai ruang pameran dengan tiga tema.


Lantai I "Bhineka Tunggal Ika" menampilkan pakaian adat dan pakaian pengantin lengkap dari 27 provinsi, sesuai jumlah provinsi pada saat itu.


Lantai II bertema manusia dan lingkungan, menampilkan miniatur rumah-rumah adat, peralatan mata pencaharian yang dipamerkan meliputi alat perikanan, alat berburu dan meramu, alat pertanian, serta upacara-upacara daur hidup (life circle rites) yang ditampilkan dalam bentuk diorama.


Lantai III bertema seni dan kriya, menampilkan koleksi-koleksi tekstil meliputi songket, tenun dan batik; berbagai benda kerajinan dari bahan logam perak, kuningan dan tembaga; seni ukir dari bahan kayu gaya Jepara, Bali, Toraja, dan Asmat. penempatan pohon hayat yang mengandung unsur udara, air, angin, tanah, dan api sekaligus menutup rangkaian cerita atas seluruh tema pameran secara keseluruhan.

Museum Fauna Indonesia Komodo & Taman Reptil





Buka Senin - Minggu pukul 09.00 - 16.0009.00 - 16.00 wib


Harga tiket masuk Rp. 10.000/orang


Info lebih lanjut hubungi:


Telp. 021-8409521


Faks. 021-8409281





Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptilia atau MFIK & TR diresmikan 20 April 1978 oleh presiden RI pada saat itu. Bertemakan keanekaragaman pesona satwa Indonesia dan dunia dengan luas areal 1,5Ha yang menampilkan satwa hidup dan awetan. Lebih dari 150 jenis satwa awetan diperagakan dalam vitrin-vitrin kaca dalam gedung berlantai 2 yang berbentuk Komodo Raksasa tersebut.


Lantai I menampilkan beragam koleksi awetan kupu-kupu, ikan, mamalia dan reptilia dengan lingkungan alamnya. Jenis-jenis satwa yang dilindungi ditampilkan antara lain Harimau Sumatera, Komodo, Penyu Laut, Kupu-kupu, dan lain-lai.


Lantai II menampilkan beragam jenis awetan burung yang ditata sesuai dengan habitatnya, yaitu laut, pantai, rawa, persawahan, hutan rimba, dan pegunungan yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.


Pada  tanggal 19 April 2000 MFIK & TR menghadirkan acara yang bertemakan "Taman Reptilia dan Amfibia" menghadirkan beragam koleksi reptil dan amfibi hidup.  lebih dari 43 jenis reptil dan amfibi diperagakan dan diareal ini pengunjung dapat melihat, mengenal, dan berinteraksi dengan satwa reptil dan amfibi hidup. Mulai dari komodo, biawak, ular beracun, ular sanca, king kobra, iguana, dan binatang reptil lain diperagakan dan ditempatkan dalam kandang kaca, akuariun, free standing, dan kolam-kolam kaca. Di museum ini juga terdapat "Taman Sentuh" yang mana pengunjung dapat berinteraksi dengan reptil hidup.

Taman Anggrek Ina Permai

Di saat orang orang sibuk menyembelih hewan Qurban, aku malah memilih berkorban panas-panasan gara-gara kurang kerjaan. Ide dadakan jalan-jalan tapi nggak jauh dari rumah tercetus dengan spontan.
Pagi itu sambil santai aku bilang ke El, “Ehh kapan kapan ke Taman Anggrek yuk? Pengen motret motret”, Ujarku sambil main game ‘Bakery Story’.
El yang lagi ngubek ngubek laptop menjawab sambil lalu, “Kenapa nggak sekarang aja? mumpung gak ada acara nih”.
Aku malah kaget, kok niatan itu bisa disambut secepat itu, “Ohhh ya udah tapi jam 12an aja ya?!”, Sahutku agak ragu-ragu alias plin plan.
*****
Dan akhirnya kita berdua menuju ke Taman Anggrek Indonesia Permai. Letaknya tepat di sebelah TAMINI SQUARE atau di depan kantor Jasa Marga. Asli Jakarta panas banget tapi jalanan nggak terlalu padat lantaran long weekend, semua orang kabur ke luar kota.
Walau memakai nama Taman Mini namun sebenarnya TAIP ini tidak berada di area TMII. Masih 1 km menuju pintu 1 TMII sebelum Masjid At-Tin. Nah naik angkot di sini rasanya harus pakai uang pas ya? Karena supir bisa saja curang. Tarif biasa perorang 3000 nah lantaran duitnya 10.000 dia kasih kembalian 2000 alias satu orang 4000 padahal jaraknya tidak terlalu jauh. Yaa mungkin juga karena tanggal merah ya?!
Di bagian depan Taman Anggrek kita akan disambut hamparan parkiran yang memanjang dengan pohon Kamboja Bali namun menurutku kok masih berkesan terik yaa? Namun area parkir ini sangat luas mungkin bisa menampung 500 mobil. Nah bagi pengunjung biasa tidak ada pembayaran namun mobil dikenai tarif 3000 dan motor 2000.
tamananggrek01
Lorong menuju area bunga dan tanaman berbentuk gapura Bali dengan relief dari semen. Di sepanjang lorong itu dipasangi atap fiberglass dilapisi jaring dan saat berjalan di lorong itu persis berada di ruang sauna atau mungkin seolah kita jongkok di dekat wajan abang gorengan yang sangat panas banget. Di area ini dihiasi beberapa tempat sampah berbentuk kodok lagi mangap, asli nggak banged deh.
Sebagai orang yang kerap berada di lingkungan arsitektur dan disain interior sejujurnya aku penasaran siapa sih orang yang membuat disain Taman Anggrek? Sangat nggak bagus dan tidak nyaman.
tamananggrek02
Pertama lantai keramik ala DUFAN itu ya? Yang mengisi area lorong dari gerbang masuk. Kenapa nggak pakai batu alam? Atau koral sikat yang lebih back to nature. Lalu atap fiber yang membuat lorong itu jadi mesin sauna, harusnya bisa dengan jenis lain yang lebih memantulkan panas. Belum lagi bak sampah model kodok mangap itu! Serasa ini taman kanak-kanak. Tapi ini menurutku sih, mungkin secara umum ya sudah lumayan atau masih bisa diterima.
Di ujung lorong ada gedung Puspa Pesona Yang disewakan untuk berbagai acara termasuk pernikahan namun gedung serba guna ini tergolongbiasa dan tidak terlalu besar, namun cukup rapih.
Ada beberapa pertanyaan yang bendol ning ubun-ubunku soal disain yang sebutlah proyek berbau pemerintah. Mereka selalu ambil tema Jawa dan Bali (walau banyak detail indah dari Sabang sampai Marauke) dan hasilnya selalu katrok. Sebut saja Soekarno Hatta Airport dan juga Taman Anggrek Indonesia Permai. Sementara saat kita lihat tema yang sama yang dipakai untuk resort kok bisa tampil indah penuh selera? Kalau bicara biaya kita semua tahu lah proyek gini selalu nyebut nol banyak sing pating gelinding kae, mbuh ah!
tamananggrek03
Andai dibuat lebih nuansa alam dan cukup penghijauan (pohon) yang memadai, aku yakin ini tempat bisa ramai. Anggap saja jadi taman bunga walau sebenarnya ini tempat menjual bunga dengan anggrek mendominasi. Nggak masalah pengunjung dipungut biaya jadikan saja sebagai tempat alternatif wisata yang diminati dengan konsep taman atau hutan kota, it would be nice.
Di kiri kanan sudah ada LOT yang dipasangi pagar jaring yang masing-masing cukup luas. Semua ada 20 LOT. Dari 20 itu yang masih eksis tak lebih dari 10. Dari 10 yang paling ‘subur’ dan banyak menjual koleksi anggrek sekitar 3 tempat saja. Sisanya hidup segan mati tak mau dan yang sisa dari 10 itu kosong melompong. Dari lorong saat kita masuk letak yang paling komplit ada di bagian Kiri dan itu sebenarnya melingkar hingga akan berakhir di lorong yang tadi kita masuk (di sisi Kanan).
tamananggrek04
Menurut penjualnya walau nampak sepi namun setiap harinya selalu ada pembeli. Pelanggannya jelas menengah atas. Namun sering juga pengunjung yang datang hanya sekedar cuci mata dan mengagumi keindahan anggrek yang sejujurnya memang sangat cantik-cantik.
tamananggrek05
Jalan menuju LOT demi LOT tidak dilindungi pepohonan jadi sangatlah panas. Pohon yang ditanam seadanya kebanyakan cemara yang tumbuhnya tidak bagus, harusnya pengelola bisa memakai pohon pohon pelindung yang lebih baik. Bentuk bangunan yang secara umum lebih menyerupai aula-aula di Kelurahan itu tidak memberi kesan Taman Anggrek ini sebuah tempat yang indah. Hanya pagar utama saja yang dibuat bergaya Bali.
tamananggrek06
Semasa Ibu Tien masih hidup, tempat ini bisa dibilang subur, terawat dan komplit. Waktu itu anggrek yang ada di sini ya dari seluruh Nusantara. Belum lupakan? Kalau Bu Tien penggila anggrek. Nah sejak Bu Tien tiada, taman ini seperti tidak lagi terawat sesuai standart. Komplek penjualan tanaman Anggrek ini dikelola Yayasan Harapan Kita. Sungguh aneh tapi nyata Yayasan sebesar itu tidak sanggup mengelola Taman Anggrek menjadi lebih indah dan menjadi tujuan wisata dengan standart internasional dan promosi yang gencar, sungguh sebenarnya dengan adanya Taman Anggrek Indonesia Permai kita berkesempatan belajar tentang tumbuhan khususnya anggrek.
tamananggrek07
Saat memasuki ‘toko’ yang masih ‘hidup’, mata kita langsung disambut aneka jenis anggrek. Cantik-cantik sekali. Ingin rasanya memindahkan semua itu ke halaman rumah kita. Harga di sini mulai 35.000an hingga jutaan. Secara umum di kisaran 120.000 ke 250.000.
Anggrek ada dua sifat tumbuhnya, yang tahan matahari langsung dan yang butuh atap jaring demi menyaring matahari menjadi 40 – 50% saja. Yang tumbuh dengan cara hydroponik dan itu bisa disiram 2x seminggu dan harus terlindung dengan sinar matahari sekitar 40 – 50% tadi.
Aku memotret dengan camera pocket dan El memakai DSLR. Penjualnya ramah dan mengizinkan kami di situ sampai puas walau tidak membeli. Pedagang ini juga berkisah bahwa semasa Ibu Tien masih hidup sistim sewanya lebih ringan lalu perhatian pengelola akan taman ini sangat optimal. Kalau sekarang?? Silahkan dinilai sendiri saja.
tamananggrek08
Saat di area yang penuh bunga ini aku rasanya betah, malah sok ngebayangin duduk di bangku kayu sambil ngopi dan baca buku.
tamananggrek09
Tapi yang tadi sempet agak aku keluhkan itu bukan berarti buruk sekali lho, andai pengelola menanam pohon lebih semarak, menata taman taman publik di area TAIP hingga asri juga kolam ikan alami maka Taman Anggrek ini akan lebih pantas disebut TAMAN.
Melihat penjual tanaman di pinggir jalan let say di kawasan Senayan, kok sepertinya lebih segar dan hijau ya?? Well aku kan cuma sok tahu, tapi ya walau sok tahu aku tetep akan bilang Taman ini HARUS berubah tampilan dan jadikan saja tempat penampungan penjual tanaman pinggir jalan namun anggrek tetap menjadi dagangan utama, yakin deh malah banjir pengunjung.
tamananggrek10
Petugasnya ramah dan sopan, para pedagangnya juga sama. Itu sebuah nilai penting menurutku. Dan jangan ragu tawar menawar. Si pedagang masih agak ingat tampangku yang beberapa kali pernah belanja di sini dan kita terlihat obrolan ringan mengingat beberapa tahun lalu aku membeli sekitar 15 jenis anggrek hingga hampir 1,5 juta dan semua mati. Salah satunya anggrek hitam dari Irian. Si Pedagang tertawa dan dia memberi tips agar aku memperhatikan media tanam dan sesuaikan mana yang harus di bawah pelindung dan mana yang bebas terkena matahari.
Aku manggut-manggut sok paham padahal sih yaa gitu deh otakku blank alias pintar-pintar bodoh. Yang jelas saat mood lagi jelek, rasanya ‘kabur’ ke salah satu ‘LOT’ anggrek ini cukup bagus ya. Mata bisa dihibur aneka warna anggrek yang cantik sambil baca buku dan bawa bekal. Beli saja satu anggrek murah buat basa basi terus permisi numpang duduk sambil ngopi, yakin Pedagangnya mengizinkan apalagi kita berbagi kopi sama dia (aku pernah melakukan sekali tahun 2010 waktu aku depresi saat tahu Alm Mama aku pertama kali ketahuan kena Diabetes hingga 780).
tamananggrek11
Andai Taman Anggrek ini dikelola dan ditata sesuai standart suatu taman, wah yakin ini tempat paling mantab untuk dikunjungi. Boleh berbelanja anggrek atau sekedar cuci mata atau sebagai tempat yang indah untuk memperbaiki suasana hati yang lagi kacau.
2 jam di sana akhirnya aku dan El memutuskan pulang, suhu panas akibat fiberglass dan minimnya ‘taman’ di area publik membuat kami segan berlama-lama. Lagi pula ada segumpal kenangan saat aku berdiam di sini dengan membawa 3 cangkir, satu termos kopi, satu kotak sandwich dan sebuah buku, bermaksud lari dari kenyataan pahit bahwa Mama terserang gula dan berjalannya waktu aku bolak balik jadi warga RSPP selama 3 tahun hingga Mama tiada. Tapi aku sudah tidak sedih karena semua sudah takdir dan kelak saat aku harus kembali diam di sini …. itu bukan karena lari dari kenyataan namun karena aku memang ingin memanjakan mata dengan keindahan anggrek yang bermekaran.
Saat duduk di angkot kami melihat penjual tanaman di pinggir jalan di sekitar Halim dan kami berdua sepakat kalau di situ lebih ASRI. Apapun situasi di sana yang jelas bagi penggemar anggrek tempat itu sangat tepat untuk selalu dikunjungi, walau koleksi yang dulu ribuan jenis mungkin sekarang hanya seratusan sekian jenis saja.
Semoga ke depannya akan ada peremajaan dari Taman Anggrek Indonesia Permai yang sudah resmi dibuka oleh Pak Harto di tahun 1993, demi mengenang Alm Ibu Tien yang sangat mencintai anggrek. Dan entahlah, aku ingin memasang gambar terakhir ini untuk Alm Mama yang semasa hidup selalu bilang “Ih Mama suka anggrek warna itu deh”, Dan 10x dibeli artinya 10x mati karena kami memang tidak pandai merawat anggrek.
tamananggrek12

Monumen Nasional

Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 - 15.00 WIB. Pada hari Senin pekan terakhir setiap bulannya ditutup untuk umum.

monumen pancasila sakti

WISATA SEJARAH JAKARTA “MONUMEN PANCASILA SAKTI” LUBANG BUAYA

 
 
 
 
 
 
9 Votes

Hello World!!
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya- Ir. Soekarno(Pidato Hari Pahlawan 10 Nov.1961)
Korban G30 S PKI
Korban G30 S PKI
Untuk mengunjungi wisata sejarah Jakarta khususnya wisata museum sangat susah bagiku, bukan susah untuk mengunjunginya tapi susah untuk mengajak orang menemani. Kenapa tidak? Aku sampai membuat status di twitter “Anyone who want to join me seeing Lubang Buaya?” tapi satupun tidak berminat. Mungkin wisata sejarah kurang minat kali ya!! Padahal sehari sebelum penjelajahan Lubang Buaya, aku telah mengajak Gladies, cewek dari Manado yang merupakan teman sebelah kosanku. Kami berencana ke Lubang buaya pukul 10.00 WIB tapa apa daya, Gladies sudah ku bangunkan namun dianya tetap tidur ZZZZ….
monumen pancasila sakti
monumen pancasila sakti
Kemudian aku juga mengajak Bg Novri, Bg dendi, Rahma dan San Ayu. Sayangnya Rahma dan Bg Dendi tidak bisa ikut karena bekerja. Sedangkan San Ayu dan Bg Novrijal tidak jelas!! Alhasil aku memutuskan untuk pergi sendiri. Aku hanya tahu kalau lokasi Monumen Pancasila Sakti berada di Jakarta Timur tanpa tahu dimana persis lokasi lubang Buaya tersebut.
SUMUR MAUT
SUMUR MAUT
Dengan semangat 45 akhirnya aku pun nekat-nekatan pergi sendiri, karena terinsiprasi kaat-kata Soekarno (Idola ku :D),
“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”.
Sebelum berangkat, akupun pergi ke ITC Roxy dulu untuk memperbaiki Hpku yang rusak lalu akupun memutuskan untuk berangkat. Nah tanpa diduga akupun mendapatkan Guide local bernama Fery yang pernah kedaerah tesebut. Fery yang solo traveler merupakan temannya temanku Sinta di Facebook yang mengajak ke Simeru tapi belum tahu apa bisa kesana atau tidak berhubung jadwalnya yang tidak tepat.
Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya Jakarta
Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya Jakarta
Singkat cerita Ferylah judi guideku ke Lubang Buaya. Ternyata lubang buaya sangat mudah untuk diakses karena lokasi Lubang Buaya berada di Daerah Lubang Buaya Jakarta Timur. Cukup naik busway jurusan Pinang Ranti dan menaiki angkot dengan membayar Rp2000 maka akan diturunkan di gerbang pintu Lubang Buaya.
Lubang Buaya
Nah apa yang ada di Lubang Buaya?
Di Lubang buaya terdapat sumur maut, yaitu sumur yang meupakan tempat diletakkannya tujuh jenazah jenderal yang dilakukan oleh PKI yang sering dikenal dengan Penghianatan Komunis G 30 September PKI (G 30 S PKI). Lubang buaya yang merupakan sumur maut yang digunakan PKI berdiameter 75 cm sedalam 12 meter untuk mengubur tujuh jenazah pahlawan revolusi pada tanggal 1 Oktober 1965.
Kecam bukan?
Di Lubang Buaya terdapat Monumen Pancasila Sakti yang berdiri patung tujuh pahlawan Revolusi, terdapat sumur maut, Serambi Penyiksaan, dan rumah tua serta museum penghiantan PKI.

Serambi penyiksaan digunakan oleh pemberontak G 30 S/PKI sebagai tempat menawan dan menyiksa Mayor Jendral S. Parman, Mayor Jenderal Suprapto, Brigadir Jenderal Sutoyo, dan Letnan Satu Pierre Tendean sebelum mereka dibunuh dan dimasukkan ke dalam Lubang Sumur. (Ini ada tulisannya sekaligus bahasa Inggrisnya :D)
The tortuting Verandah
On October first 1965, the verandah of this house was used by communist party of Indonesia rebels to arrest and torture Major General S.Parman, Major General Suprapto, Brigadire General Sutoyo, and first lietenant Pierre Tandean, before they were murdered and thrown into waterless well”
Nah saat ke Lubang Buaya kami sampai pukul 5 sore kebayang deh patung lilin penyiksaaan yang mirip banget lengkap dengan cara penyiksaannya.. Seram!!!
Monumen Pancasila Sakti buka setiap hari dari pukul 09.00 sampai pukul 16.00 WIB namun meski kami datang pukul 17.00 masih diperbolehlan masuk.. :).
Tiket masuk ke Monumen Pancasila Sakti seharga Rp5000 dan cukup murah untuk menambah pengetahuan sejarah dan bukti nyata sejarah.
mobil tua
mobil tua
Kalau ada yang bertanya buat apa ke Lubang Buaya?
Maka aku menjawab “melihat saksi bisu bukti nyata peninggalan Sejarah”
To let you know why I was so enthusianm to see this monument because I was seeing the monument on TV and when I grow up and staying at Jakarta, it’s a chance for me seeing this through my direct eyes”!! Excited? Absolutly statisfy!!
Bagi yang bingung mengabiskan waktu weekend mau kemana mending ke lubang buaya. Wisata sejarah murah dan mudah di dapat dan terjangkau.
Monunem Pancasila Sakti Lubang BUaya
Lumayan menyenangkan untuk jalan-jalan hemat di Jakarta.

pelabuhan sunda kelapa

Sunda Kelapa atau yang lebih dikenal sebagai Pasar Ikan merupakan sebuah pelabuhan tua yang terletak di kelurahan Penjaringan, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Pelabuhan bersejarah  ini merupakan cikal-bakal kota Jakarta yang hari jadinya ditetapkan pada abad ke 16 atau tetapnya pada tanggal 12 Juli 1527. Pelabuhan yang sudah dikenal sejak abad ke 12 ini dahulu merupakan pelabuhan penting kerajaan Sunda yang beribukotakan Pakuan Pajajaran (sekarang kota Bogor). Namun jauh sebelum kerajaan Sunda berdiri, kerajaan Tarumanegara sudah terlebih dahulu berdiri. Kerajaan ini kemudian diserang oleh kerajaan kuat Sriwijaya dari Sumatera, oleh karena itu penduduk di sekitar pelabuhan ini menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa ibu mereka yang merupakan asal bahasa nasional Indonesia.


Karena posisi pelabuhan Sunda Kelapa yang stategis sebagai pusat perdagangan di Asia. Kapal-kapal asing yang berasal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan, dan Timur Tengah merapat di pelabuhan ini membawa barang komoditi seperti porselen, kopi, sutra, kain, wangi-wangian, kuda, anggur, dan zat warna untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu. Maka banyak kerajaan nusantara dan bangsa Eropa berusaha untuk menguasai pelabuhan ini, namun akhirnya Belanda lah yang  berhasil berkuasa. Sebenarnya pelabuhan ini sudah beberapa kali berganti nama, namun pada 1970-an, nama kuno "Sunda Kelapa" kembali digunakan sebagai nama resmi pelabuhan bersejarah ini.

Menurut catatan tinta sejarah, pelabuhan Sunda Kelapa awalnya dibangun dengan kanal sepanjang 810 meter. Pada tahun 1817, pemerintah Belanda melebarkanya menjadi 1.825 meter. Saat ini pelabuhan Sunda Kelapa memiliki luas daratan 760 hektar serta luas perairan kolam 16.470 hektar.


Karena nilai sejarahnya yang sangat tinggi dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan bersejarah, saat ini pelabuhan Sunda Kelapa dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata bahari dan sejarah di Jakarta. Saat ini Pelabuhan Sunda Kelapa adalah salah satu pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelindo II dan hanya melayani kapal antar pulau saja.

Museum Purna Bhakti Pertiwi

Museum Purna Bhakti Pertiwi di Jakarta Timur adalah sebuah warisan berharga lainnya dari mendiang Presiden Soeharto yang koleksinya sebagian besar berupa hadiah dari para petinggi negara, politisi, dan kalangan pebisnis, saat ia masih berkuasa.
Ide untuk membangun museum datang dari mendiang Ibu Tien Soeharto yang ingin berbagi dengan khalayak, atau lebih tepatnya ingin agar masyarakat memiliki kesempatan untuk ikut melihat benda-benda sangat berharga itu.
Sebuah ide mulia, karena dengan demikian masyarakat luas bisa mudah menikmatinya tanpa perlu mengeluarkan sejumlah besar uang untuk membeli dan menyimpannya. Cukup membayar tiket masuk yang sangat murah pengunjung sudah bisa merasakan kegembiraan ketika melihatnya.
Letak museum ini sedikit agak jauh dari tempat parkir kendaraan, dan pengunjung memiliki pilihan apakah akan berjalan kaki atau naik kendaraan gratis disediakan untuk antar jemput ke museum.
Bangunan Museum Purna Bhakti Pertiwi berbentuk kerucut yang bentuknya menyerupai nasi tumpeng dalam tradisi Jawa itu dibangun di atas tanah seluas 19,7 hektar dengan luas keseluruhan bangunan 25.095m2 .
museum purna bhakti pertiwi
Pemandangan ketika saya memasuki area di dalam gedung utama Museum Purna Bhakti Pertiwi, dengan dua patung penari Bali yang dibuat dari susunan uang kepeng, serta patung dada Ibu Tien Soeharto.
Museum Purna Bhakti Pertiwi diresmikan Soeharto pada 23 Agustus 1993, bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-70 Tien Soeharto, 3 tahun sebelum kematiannya yang terjadi pada tahun 1996.
Sebuah ukiran halus menggambarkan para penghuni hutan pada kayu berukuran besar berdiri tegak di ruangan utama museum. Pada jaman Orde Baru memang relatif tidak sulit untuk mendapatkan kayu berkualitas tinggi dengan ukuran besar, karena pada jaman itu berlangsung eksploitasi hutan besar-besaran.
Pedagang kayu jati pun bisa meraih untung sangat besar, terutama ketika membangun rumah para pejabat yang sangat royal dengan uangnya. Ketika terjadi krisis ekonomi seiring runtuhnya Orde Baru, kayu Indonesia berkualitas tinggi menjadi barang dagangan ekspor sangat menggiurkan karena harganya menjadi sangat murah.
museum purna bhakti pertiwi
Mangkuk berpenutup terbuat dari perak dan patung gajah terbuat dari kayu dilapis perak dengan miniatur gading asli.
Banyak sekali koleksi berupa barang-barang berharga terbuat dari perak dan gading gajah yang dipajang Museum Purna Bhakti Pertiwi. Ada pula Koleksi Museum Purna Bhakti Pertiwi berupa patung perak penari Melayu, diberikan oleh seorang penasehat ekonomi yang berasal dari negeri jiran, Malaysia.
Ragam dan keindahan koleksi Museum Purna Bhakti Pertiwi selalu mengundang decak kagum, seperti ketika melihat miniatur kapal rumit dan indah terbuat dari perak serta koleksi Jangkar dan patung Cina indah.
museum purna bhakti pertiwi
Patung petani dengan kerbaunya yang disepuh emas di Museum Purna Bhakti Pertiwi, yang mengingatkan saya pada masa kecil di kampung.
Berbagai benda berharga terbuat dari kristal koleksi Museum Purna Bhakti Pertiwi sungguh sangat indah dan berharga. Orang dengan uang tidak terbatas pun mungkin tidak pernah terpikir untuk memilikinya, atau tidak bisa menemukan dimana benda-benda itu dibuat dan dijual. Jika pun bisa diperoleh, boleh jadi kualitas pekerjaannya telah berbeda lantaran seniman pembuatnya telah tiada.
Patung kuda dari bebatuan Cina dalam berbagai posisi, serta patung kuda tembaga dari Juana, Rembang ada juga di Museum Purna Bhakti Pertiwi. Di sisi lain terdapat Kapal Sembilan Naga, sebuah miniatur kapal Kekaisaran Cina yang agung, terbuat dari batu jade Nephrite yang berasal dari propinsi Xinjiang, Cina.
Koleksi lainnya adalah burung-burung terbuat dari porselen yang berasal dari Herend – Hungaria, Bohemia – Czechoslovakia, Guiseppe Cherato dan Capodimonte – Italia, Kaiser – Jerman, serta BNR – Spanyol. Juga Langlang Buana, sebuah karya mengagumkan dari I Wayan Asin, Bali, dengan memakai bahan akar pohon karet berusia 100 tahun yang memakan waktu 16 bulan untuk menyelesaikannya.
Yang juga tak kalah menarik adalah ukiran elok berupa pertarungan mematikan antara Rahwana dan Jatayu dalam legenda Ramayana, karya I Ketut Moderen dari Bali yang terbuat dari pohon Johar. Masih dari Bali, ada karya Dewa Made Windia (Peliatan, Ubud) dalam bentuk sekelompok patung yang terbuat dari uang kepeng. Kepeng adalah jenis mata uang kuno yang sama masih dipakai dalam ritual keagamaan di Bali.
Selanjutnya ada ukiran yang menceritakan Nawa Sanga, atau Sembilan Dewa Pelindung yang menjaga 9 arah mata angin. Mereka adalah Brahma (Selatan), Wisnu (Utara), Siwa (Pusat), Iswara (Timur), Mahadewa (Barat), Sambhu (Timur Laut), Maheswara (Tenggara), Rudra (Barat Laut) and Sangkara (Barat Daya).
Di lantai dua Museum Purna Bhakti Pertiwi bisa ditemukan koleksi Rangda lambang kekuatan jahat, Barong Ket (Keket) lambang kekuatan baik, dan Celuluk lambang kekuatan jahat yang lain yang merupakan karya I Wayan Raka dari Bali.
Sesungguhnya jauh lebih murah untuk menikmati keindahan benda-benda berharga ini dengan mengunjungi museum, daripada memiliki sendiri. Selain tidak memerlukan banyak uang untuk mengunjungi sebuah museum, apalagi di Jakarta yang tiket masuknya umumnya sangat murah, orang juga tidak perlu pusing dengan biaya perawatan dan keamanannya.
Museum Purna Bhakti Pertiwi merupakan tempat wisata museum di Jakarta yang sangat menarik untuk dikunjungi, dengan begitu banyaknya koleksi benda-benda sangat berharga yang akan sulit bagi siapa pun juga untuk mengumpulkannya dalam satu tempat, apalagi untuk memilikinya.
Foto koleksi Museum Purna Bhakti Pertiwi berikutnya: 4.Kereta 5.Rusa6.Parikesit 7.Kepala Suku 8.Kota Perhiasan 9.Gading1 10.Penari 11.Membrayut12.Porselen 13.Rumah Gadang 14.Koleksi Perak 15.Kapal Layar 16.Batu Jade17.Kuda 18.Kabuto 19.Jadeite 20.Marmer 21.Elang 22.Catur1 23.Diponegoro24.Catur2 25.Badak 26.Perahu 8 Naga 27.Kristal 28.Akar 29.Kuda1 30.Unggas31.Kuda2 32.Langlang Buana 33.Patung Kuda 34.Gading2 35.Kuda Perunggu36.The Wicked Pony 37.Kepeng 38.Guci1 39.Guci2 40.Kendi 41.Topeng42.Pertarungan 43.Bima Suci 44.Ramayana 45.Gading3 46.Rama-Shinta147.Seruling 48.Ukiran Kayu 49.Gading4 50.Prasasti 51.Foto Biografi 52.Foto Kecil 53.Gamelan 54.Rangda 55.Lantai2 56.Rama-Shinta2 57.Caping 58.Pesan59.Gedung

Museum Purna Bhakti Pertiwi

Jl. Jalan Raya Taman Mini Pintu 1. Kel. Ceger, Kec. Cipayung
Jakarta Timur, 13820
Tel. 021-8401604
Fax. 021-8411464
GPS: -6.300682,106.886644 (lihat Peta).